Allah sayang kamu

Terharu pagi ini sesederhana dapet info di instagram seorang publlic figure yang amat dikenal sensasional memutuskan untuk menutup aurat. Alhamdulillah pengin peluk rasanya, selamat menjalankan apa yang seharusnya dijalankan sayang, selamat untuk terus mendekat dan lebih dekat lagi sama Allah ya. Gak ada yang gak mungkin dalam hidup ini selama kita punya Allah, fitrah kita semua lahir ke dunia ini dengan baik dan akan terus condong ke kebaikan.

Kok dia bisa langsung tiba tiba hijrah gitu ya ta, gak ada proses dulu mau pakai kerudung, celetuk seorang teman yang menjadi deep talk di kantor hari ini. Hmm gak ada proses dulu? jawabannya sesimple, kita siapa? kita siapa untuk menilai proses seseorang menuju Allah. Kenapa setiap ada perubahan didepan mata, akal kita malah dipakai untuk mengkritisi kenapa itu terjadi? Gak semua perubahan harus dipertanyakan, terutama perubahan seorang hamba untuk Rabb-Nya.

Kita gak pernah tau gimana dia nahan gejolak batin yang terus menerus datang, mau pakai hijab tapi banyak hal yang buat dia ragu. Kita gak pernah tau gimana dia coba melawan semua keraguan dan tipu daya syaiton ke dalam hatinya, kita gak pernah tau gimana dia nangis tersungkur malu dihadapan Allah minta diampuni dosa, minta dikasih kesempatan bertaubat, minta di kuatkan untuk bertahan. Kita gak pernah tau gimana dia pengin banget berubah jadi orang baik. Sekali lagi, kita gak pernah tau. Biarin aja itu jadi kisah romantisnya sama Allah.

Tugas kita apa, doain doain doain doain yang banyak, doain mereka saudara kita yang meskipun gak deket, tapi secara iman mereka tuh saudara kita. Kita tau mereka lagi berjuang dalam perubahan besar hidupnya, doain mereka istiqomah dan nikmatin manisnya iman seperti yang kita rasain. Karna sebenarnya hijrah itu baru pintu awal, kita belum tau pintu akhir hayat kita nanti masih dijalan ini atau engga. Jangan pernah capek untuk terus perbaikin diri, perbanyak ilmu dan berjaamah dalam istiqomah. Allah sayang kamu, Allah sangat menungu semua usahamu untuk terus berubah jadi lebih baik.

Temen lama yang tiba-tiba ngehubungin itu kemungkinan cuman ada dua keperluan, pertama minjem duit dan kedua nanya loker huhuhu so sad but its true. Kadang gak habis fikir, kok bisa ya seperti orang gak punya dosa gitu dateng ujuk-ujuk, minta tolong sesuatu. Setelah sebelumnya very long time gak pernah keep in touch lagi atau minimal nyapa nanya kabar dulu.

Kesesama manusia aja, kita berani dateng kalau lagi butuh aja. Gimana sama Allah? Tanpa sadar sikap kita gak beda jauh ke Pencipta dan CiptaanNya. Kita munajat sepertiga malam, dhuha, perbanyak sunnah karna lagi ada maunya aja. Setelah hajat terpenuhi, hilang. Astaghfirullah

I try my best, meskipun sakit rasanya didatengin karna ada maunya aja tapi gue coba tetep nolongin kalau kondisinya gue bisa nolong. Awalnya gue percaya kalau saling tolong menolong, saling memberi bantuan dapat menumbuhkan ikatan dalam sebuah hubungan. Faktanya gak semua yang kejadian kaya gitu haha, gak ada ikatan yang bertumbuh, yang ada hanya ikatan yang memakan. Boro-boro diinget sebagai temen yang selalu ngebantuin, diinget jadi temen beneran aja engga.

Huffft bersabarlah hati yang baik, perbaharui lagi ikhlas kita dalam menolong sesama ya, sambil terus doa minta sama Allah semoga Allah perbaikin diri ini dan orang-orang disekitar kita ๐Ÿ™‚

Carilah pasangan yang bisa membahagiakan dirinya sendiri juga. Jangan sampai punya pasangan yang menggantungkan kebahagiaannya di diri lo. Jangan sampai dia menjadikan lo sebagai pusat dunia.

-Alit Susanto

So melted baca tulisan bang alit bagian ini. Banyak dari kita, terutama cewek sih yang ngegantungin seluruh dunianya sama pasangannya. Dari buka mata sampai merem semua tentang dia, sampai gak ada nilai produktivitas untuk diri sendiri selain menjadi seorang pasangan. Gak kaget kalau saat putus, mereka kefikiran untuk bunuh diri sebab ngerasa dunianya udah runtuh. Sedih, mana masih muda.

Don’t rely to someone so much wahai wanita, poros hidup kalian bukan tentang hubungan asmara aja. ada hubungan sama Allah yang harus diperbaikin, ada hubungan berbakti sama orangtua, ada hubungan sama kakak/adik yang harus dijaga, ada hubungan bersama ummat untuk fastabiqul khoirot, belum lagi hubungan dengan fikiran dan hati sendiri yang harus kalian improve biar jadi wanita berkualitas, punya ilmu, punya sikap, tau apa yang diinginkan dan dibutuhkan.

Buktiinlah kalau kalian bukan perempuan lemah yang gak bisa apa-apa tanpa lelaki, sadar gak sih laki itu manusia biasa juga kaya kita? mereka butuh me time, butuh kebebasan untuk rasain hidupnya sendiri. Jadilah perempuan hebat yang dibutuhkan lelaki, niscaya dia akan nyaman kasih seluruh dunianya juga buat lo.

Gue selalu percaya kalau gue utuh dengan diri sendiri, tau cara bahagiain diri sendiri, insya Allah hubungan yang akan terbentuk sama pasangan gue sendiri pun, lebih dari sekedar hebat. Karna kita sudah memberi arti untuk hidup masing-masing. Jadi hadirnya dia adalah sebenar-benarnya cinta yang semakin bertumbuh. Asiqueee

Sebagai seorang mahasiswa yang officially graduated juli 2017 dan langsung bekerja, tanpa ngerasain yang namanya nganggur. Yap time flies so fast, tiba-tiba gue udah seorang employee aja sebelum di wisuda. Graduation rasanya sama aja, gak ada spesial-spesialnya. Aktivitas esok hari masih ada yang harus diselesaikan, bedanya itu adalah sebuah pekerjaan bukan tugas dari lecturer lagi.

And now i’m not a employee again. Sehari, dua hari bahkan sampai seminggu ini gue masih nikmati hari-hari as usual tanpa ada perubahan. Gue masih bangun pagi dan beraktivitas diluar, bahkan sampai pulang ke rumah lebih larut daripada ngantor dulu. I really don’t like title as”jobless”, title itu terucap buat guyonan aja tapi secara mindset gue gak pernah mau judge diri sendiri se-jobless itu.

Banyak kekacauan fikiran yang tiba-tiba muncul, secara kemarin-kemarin terlalu sibuk sama pekerjaan didepan mata sampai lupa buat mikirin lebih dalam lagi tentang hidup. Banyak pertanyaan untuk diri sendiri yang masih belum terjawab, from me to me. Semakin dewasa gue cuman pengin memberi makna untuk tiap hal, bukan sekedar jalanin dan berlalu gitu aja. What is my goals? What am i looking for? job? carrer? money? how long?

Faktanya kehidupan amat menuntut kita untuk memenuhi kebutuhan pokok, as like sandang, pangan dan papan. Kita berlari ngejar mimpi dan kerja keras sampai gak kerasa waktu terlalu habis untuk kerja kerja dan kerja. Setelah kita tengok kebelakang, kita baru sadar udah lewatin banyak hal dalam hidup. Yang bikin kita bertanya-tanya, apa gue butuh sememaksa ini dalam memenuhi kehidupan? kalau hidup bisa teriak, dia juga pengin lo nikmatin ta ๐Ÿ™‚

Belajar

Karena selama hidup kita belajar, beberapa point pembelajaran for my self untuk saat ini :

1. belajar menerima kenyataan
2. belajar memaafkan dan mengikhlaskan demi ketenangan diri sendiri
3. belajar mencintai diri, pikiran dan perasaan sendiri
4. belajar cuek dan bodo amat untuk orang-orang yang sudah menyakiti
5. belajar membahagiakan oranglain lebih banyak, sedekah lebih banyak, quality time dengan keluarga lebih banyak, ketawa lebih banyak
6. belajar memberikan input ke dalam fikiran hal-hal yang baik, say no to negative thinking
7. belajar lebih jujur sama apa yang di inginkan
8. belajar bersyukur sama apa yang dimiliki sekarang, masih ngerasain nikmatnya iman dan islam, punya keluarga dan sahabat yang hangat.
9. belajar untuk terus percaya sama takdir Allah bahwa masa depan akan lebih indah dari saat ini
10. belajar explore lebih banyak ilmu dan tempat baru, belajar dari kehidupan orang yang tidak seberuntung diri ini dan punya masalah hidup yang jauh lebih berat.

Kuatkan diri, pembelajaran hidup masih banyak, perjalanan ke depan masih panjang. Apapun yang terjadi saat ini, percayalah Allah gak akan biarin kita laluin semuanya sendiri.

Hubungan dan Resiko

Pada hakikatnya semua hubungan yang pernah terjalin di muka bumi ini mengandung banyak resiko. Kita gak punya jaminan apa-apa untuk hubungan yang terbentuk. Even orangtua yang dari kita lahir sampai segede ini pun, punya peluang to hurt. Semua orang yang kita sayang itu justru punya peluang nyakitin hati kita lebih besar.

Semalam selesai nonton film โ€œlove for saleโ€ bikin gue mikir lagi betapa dampaknya kehilangan cinta itu besar banget. Seperti yang Randi bilang di buku โ€œI donโ€™t belong hereโ€, yang bikin seseorang jadi anak kecil itu jatuh cinta dan yang bikin dia back to normal dewasa lagi adalah kehilangan.

Kita gak punya jaminan orang yang mencintai kita saat ini keliatannya, akan setia untuk sama-sama kita terus. Kita gak punya jaminan, lelaki yang berniat menikahi kita pun beneran serius atau bullshit. Andai hati punya jaminan asuransi juga, punya dokter hati juga, mungkin kita jauh lebih tenang menjalin sebuah hubungan.

Semakin dewasa persoalan hati bukan tentang kita jatuh cinta lalu perjuangin dia sampai dapet aja. Justru semakin dewasa kita semakin hati-hati nitipin yang namanya hati. Minimal kita ambil resiko rendah, nitipin hati ke orang yang tau caranya menjaga hati. Kalaupun bakal ada luka nantinya, dia tau cara ngobatinnya.

Seharusnya memang kita berusaha prasangka baik dengan kemungkinan-kemungkinan dalam hidup ini. Tapi berprasangka baik dan cinta buta itu kadang bedanya tipis. Kita terlalu berharap, terlalu percaya dan terlalu pede bahwa dia orangnya. Sampai kita lupa yang namanya nerima kenyataan.

Our peace is more important than driving our self crazy trying to understand why something happened the way it did. Memang gak akan ada pasangan dan hubungan yang sempurna dalam hidup ini. Tapi pasangan yang sehat dan hubungan yang sehat itu pasti ada. Allah tau kapan waktunya kita pantas dapetin itu.

My home is back!

Alhamdulillah sujud syukur rasanya domain dan hosting ini bisa kembali dengan utuh. Awalnya udah ikhlas dan pasrah aja platform gue harus dikorbankan permanent demi skripsian. Makin mellow, waktu tempat pelarian “tumblr” gue diusir oleh kemkominfo.

Pasrah dalam doa, ya Allah aku kabur kemana lagi dong kalau tumblr diusir hiks. Gak butuh waktu lama, gue dapet konfirmasi by email oleh rumahweb kalau domain dan hosting gue ini bisa balik lagi, ahhhh girangnya bukan main. Selalu ada tempat untuk orang-orang yang berteduh.

Setahun berlalu dari postingan terkahir, udah banyak cerita yang belum gue tuangin lagi disini. Baca ulang tulisan dua tahun lalu, dan liat jumlah tulisan yang udah gue posting cukup kaget kok udah banyak sih ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Ditambah beberapa email yang masuk ke ritapenulis@gmail.com yang nanya kapan buku terbit dan come back lagi kesini aaaaaa thanks for your caring guys, satu pembaca pun cukup untuk jadi alasan gue balik lagi.

Masih banyak cerita dibelakang yang akan gue bagi disini untuk pelajaran, dan beberapa list impian yang Alhamdulillah sudah gue capai.

Dengan menyebut Bismillah, rumahku kita mulai lagi ya.

Dampak Skripsi

Y: Ta kalau skripsi gue gak kelar bulan depan, gue mau gantung diri

R: *berhenti ngunyah*ย  *natap matanya*

Alhasil gue bener-bener gak tahan buat gak ketawa, denger temen ngomong gitu bukannya shock malah ngakak hahaha.

R: Gue gak kaget sih dengernya, udah biasa denger pemberitaan mahasiswa bunuh diri gara-gara skripsi

Y: Yaudah ta berarti itu bukan hal yang anti mainstream kalau gue lakuin

Hahaha bener-bener percakapan absurd yang berujung jadi serius, ya nasib mahasiswa tingkat akhir kalau gak deket-deket sama Tuhan yaa jadi gini haha. Wajar sih kalau sampai ide ngaco begitu sampai terlintas, karena deadline skripsi di kampus gue udah makin mepet. Selambat-lambatnya gue sama temen-temen wajib sidang di bulan mei, kalau mau wisuda bareng tahun ini.

Untuk gue sendiri, kalau ditanya khawatir atau engga ya sebenernya ketar-ketir juga. Cuman gue berhasil nutupin aja. Jadi kebanyakan temen-temen ngiranya gue kesantaian jadi orang hahaha. Ya baguslah kalau topeng “i’m fine” ini meyakinkan banyak pihak.

Masa-masa skripsi ini ibarat perlombaan menurut gue, lo jangan hanya siap menang aja tapi juga harus kudu wajib siap kalah. Jangan hanya menyiapkan plan A kalau berhasil aja, plan B kalau gak berhasil juga wajib. Yang bikin kita kecewa itu, karena berharap terlalu banyak.

Dilain sisi gue tetep berusaha keras untuk bisa selesai sebelum deadline, tapi gue juga menyiapkan diri kalau memang itu gak berhasil nantinya. Karena memang masih ada beberapa “faktor x” yang bisa aja ngebuat rencana gue gak berjalan mulus. Yang jelas, gantungin harapan tertinggi dari semua rencana lo ke Allah aja. Udah. Kelar. Allah tau mana yang terbaik buat kita.

Come on guys, level skripsi ini masih salah satu hal kecil dari problematika kehidupan. Kalau baru di level ini aja, lo udah sestress dan senyerah ini yaelah cemen banget. Gue udah pernah ngelewatin deadline yang lebih berat dari ini, kalau yang kemarin aja terlewati dengan baik-baik aja berarti sekarang juga harus lebih baik. Belajar dari pengalaman kemarin.

Dan yang terpenting, dari pada buang-buang waktu untuk bertanya “Kapan lulus” ke gue. Mending doain, lebih so sweet.

 

cheers

Menyemangati diri sendiri untuk menyelesaikan apa yang lebih prioritas di depan mata. Secara logika bagaimana mungkin kita bisa sampai ke pulau seberang, bila hari ini masih ada hal-hal yang mengikat dan belum kita tuntaskan.

 

Menjadi seseorang yang sengaja hilang untuk dicari, bukan kesalahan. Aku sudah pernah bilang, bahwa love is fair. Tidak ada kata benar dan salah bagaimana seseorang menunjukannya. Jika kamu tak merasakan kehilangan pun juga bukan masalah, terima kasih sudah memberi pertanda bahwa waktu kita memang sudah habis.

Sepertinya memang kamu bukan pejuang yang ku harapkan. Semesta sudah menunjukan semua penantianku adalah sia-sia. Maafkan logikaku yang belum mau melihat realita. Ini sudah maret, cukup bumi saja yang basah dengan derasnya hujan, tak perlulah suasana hati ikut bermuram.

Tak perlu menjelaskan, semoga berbahagia dengan hidupmu yang baru. Hidupku disini sudah lebih baik, menghabiskan waktu sambil menghirup segar aroma tanah dan rumput basah. Memergoki burung di atas rumah yang terus bercicit menanti kepulanganmu yang tak mungkin terjadi.